Internal Navigation to Task 4
Use this map to view your position and the route to Task 4, without leaving the website.
Loading map...
TASK 4. SMART CANTEEN
Lokasi: (-7.0507375, 110.3946094)
Skenario Literasi & Pengantar Misi
Tahukah kalian bagaimana cara mesin cerdas (AI) membedakan benda? Mereka tidak punya lidah untuk mencicipi, melainkan belajar dari "Data" berupa angka-angka! Hari ini, kalian akan bertugas sebagai pembuat kecerdasan buatan untuk menyortir camilan di kantin menjadi dua tumpukan: Kotak Sehat dan Kotak Tidak Sehat. Kalian akan menggunakan "Kartu Data Makanan" untuk mencari pola angka batas kesehatannya, lalu merancang "Kartu Aturan" (Pohon Keputusan) agar teman kalian bisa meniru cara berpikir mesin yang kalian buat dengan cepat dan akurat.
Tujuan Kegiatan ini adalah: (1) mengumpulkan dan membandingkan nilai desimal serta bilangan bulat menggunakan simbol pertidaksamaan (<, >, =) dari tabel informasi nilai gizi; (2) menerapkan Computational Thinking untuk mengenali pola data secara fisik (menggunakan kartu) dan menyusun algoritma logika bersyarat (Jika-Maka / If-Then-Else) untuk mengklasifikasikan data baru.
Pemetaan Materi Kurikulum (Fase C: SD Kelas 5-6)
Materi Matematika (Pengumpulan Data & Pertidaksamaan): Peserta didik mampu membaca, mengumpulkan, dan menganalisis data angka dari objek nyata (kemasan makanan), serta menggunakan operasi pertidaksamaan matematis untuk menentukan status data.
Materi Informatika (Algoritma & Kecerdasan Buatan): Peserta didik mampu memahami dasar Machine Learning, di mana mesin "belajar" dari kumpulan data latih (training data) berbentuk kartu untuk membuat Pohon Keputusan (Decision Tree) tanpa menggunakan perangkat komputer (unplugged).
Komponen STEM
Science (Sains): Menganalisis korelasi antara takaran nutrisi (jumlah gula dan kalori) dengan standar kesehatan tubuh manusia.
Technology (Teknologi): Memahami logika pemrograman komputer If-Then-Else dan konsep Kecerdasan Buatan (AI) pemilah data otomatis melalui media kartu fisik.
Engineering (Teknik): Merancang alur sistem pemilahan fisik (flowchart / Pohon Keputusan) di atas meja agar proses penyortiran kartu berjalan efisien dan akurat.
Mathematics (Matematika): Mengidentifikasi angka pada tabel gizi, menetapkan batas ambang (nilai ambang batas), dan menggunakan tanda pertidaksamaan.
Langkah-Langkah Petualangan
Aktifitas 1: Eksplorasi Data di Lapangan
Bawa 3 lembar "Kartu Kosong" dan alat tulis kalian menuju Kantin Sekolah! Amati camilan yang dijual. Pilih 3 bungkus camilan yang memiliki tabel "Informasi Nilai Gizi" di bagian belakang kemasannya. Tuliskan data tersebut ke dalam 3 Kartu Kosong kalian dengan format:
Nama Camilan :
Kalori : kkal
Gula : gram
Aktifitas 2: Data Latih
Ambil 10 "Kartu Data Latih" yang sudah diberi cap/stempel "SEHAT" atau "TIDAK SEHAT" di baliknya. Coba perhatikan polanya! Tugas Analis: Jejerkan semua kartu di atas meja. Pisahkan yang "Sehat" dan "Tidak Sehat". Amati angka pada kedua tumpukan tersebut untuk menemukan angka batas maksimal!
Batas Kalori maksimal yang aman: kkal.
Batas Gula maksimal yang aman: gram.
Aktifitas 3: Pohon Keputusan
Ambil kertas berukuran besar (kertas plano/A3) dan buatlah alur Pohon Keputusan menggunakan angka batas yang kalian temukan.
Aturan 1: Apakah Kalori > kkal?
Jika YA
Jika TIDAK Lanjut ke Aturan 2.
Aturan 2: Apakah Gula > gram?
Jika YA
Jika TIDAK
TAHAP 4: Testing Data
Ambil 5 "Kartu Ujian" (makanan baru). Card Handler, ambil kartu uji satu per satu dan jalankan secara fisik melewati Kartu Aturan di atas meja kalian!
| No | Nama di Kartu Ujian | Kalori (Melebihi batas?) | Gula (Melebihi batas?) | Kotak Akhir Kartu (Keputusan AI) |
|---|---|---|---|---|
| 11 | Roti Gandum (150 kkal, 5g gula) | TIDAK | TIDAK | MASUK KOTAK SEHAT |
| 12 | Susu Cokelat Kotak (140 kkal, 15g gula) | |||
| 13 | Minuman Soda (200 kkal, 25g gula) | |||
| 14 | Cokelat Batangan (300 kkal, 22g gula) | |||
| 15 | Sosis Goreng Tepung (280 kkal, 1g gula) |
F. Tantangan Ahli Gizi (Refleksi Kritis)
Diskusikan hasil simulasi penyortiran kartu ini dengan tim kalian!
Kecepatan Algoritma: Setelah alur "Kartu Aturan" kalian terpasang di atas meja, apakah proses menyortir Kartu Ujian menjadi jauh lebih cepat dibandingkan jika kalian harus memikirkan status sehat/tidaknya satu per satu? Mengapa demikian?
Jawab:
Jebakan Data: Perhatikan Kartu Ujian No. 15 (Sosis Goreng). Gulanya sangat rendah (hanya 1 gram), apakah kartu tersebut masuk ke kotak "Sehat"? Jelaskan!
Jawab:
Kelemahan Model (Akurasi): Jika ada Kartu Ujian bertuliskan "Keripik Asin" (100 kkal, 1 gram gula), tetapi keripik itu sebenarnya kedaluwarsa, apakah algoritma AI kalian saat ini akan membuangnya ke kotak Tidak Sehat? Apa "Kartu Aturan" baru yang harus kalian tambahkan agar AI tidak salah tebak?
Jawab:
KARTU
Bagian 1: Data Latih (Untuk dicari pola aturannya oleh siswa)
Apel Segar: 50 kkal, 10g gula (Kunci: Sehat)
Keripik Pedas Besar: 300 kkal, 2g gula (Kunci: Tidak Sehat)
Biskuit Cokelat: 150 kkal, 15g gula (Kunci: Tidak Sehat)
Kacang Rebus: 120 kkal, 1g gula (Kunci: Sehat)
Minuman Bersoda: 200 kkal, 25g gula (Kunci: Tidak Sehat)
Pisang: 90 kkal, 12g gula (Kunci: Sehat)
Permen Karet Manis: 20 kkal, 18g gula (Kunci: Tidak Sehat)
Susu UHT Plain: 110 kkal, 11g gula (Kunci: Sehat)
Mie Instan Goreng: 400 kkal, 5g gula (Kunci: Tidak Sehat)
Yoghurt Tawar: 80 kkal, 8g gula (Kunci: Sehat)
Bagian 2: Data Uji (Untuk dites oleh siswa menggunakan Pohon Keputusan)
Roti Gandum: 150 kkal, 5g gula
Susu Cokelat Kotak: 140 kkal, 15g gula
Minuman Soda: 200 kkal, 25g gula
Cokelat Batangan: 300 kkal, 22g gula
Sosis Goreng Tepung: 280 kkal, 1g gula
Kue Donat Gula: 260 kkal, 14g gula
Keripik Kentang Balado: 270 kkal, 4g gula
Minuman Boba: 350 kkal, 30g gula
Es Krim Sirup: 210 kkal, 18g gula
Wafer Cokelat Lapis: 240 kkal, 16g gula
